Saat di Angkutan Umum (Sebaiknya) Jangan Pakai Perhiasan

Numpang duduk sebentar ya Mas”, seorang ibu dengan nafas terengah-engah sambil menggendong anaknya yang masih balita dan menuntun anaknya yang sekolah kelas 1 SD menghampiriku.

“Oh silahkan Bu”, saya mempersilahkan ibu itu untuk duduk di depan etalase kios.

Wajah ibu itu tidak asing bagi saya karena hampir setiap hari lewat dan sering berbelanja di minimarket samping kios saya.

“Baru jemput sekolah ya Bu?”, saya bertanya kepada ibu itu.

“Iya Mas, tapi saya baru kecopetan di angkot”, jawab si ibu masih dengan nafas terengah-engah.

“Lho kok bisa?! Bagaimana ceritanya Bu?”, saya terkejut mendengar penuturan sang ibu.

“Tadi waktu di angkot saya duduk di bangku kiri, seorang penumpang yang duduk di samping kanan saya membuka jendela. Tapi tiba-tiba dia menjerit kesakitan dan minta tolong karena tangannya terjepit. Lalu dua orang penumpang di depan saya (bangku kanan) berusaha menolong orang itu. Tapi kemudian salah satu dari dua orang yang menolong itu memalingkan mukanya dari orang yang terjepit, alasannya gak tega melihatnya. Akhirnya saya terpancing menoleh ke samping kanan, ke orang yang sedang terjepit jendela. Pokoknya suasananya heboh banget saat itu”, si ibu menguraikan detail kejadian pada saya.

“Lha terus bagaimana Bu?”, saya malah semakin antusias mendengarkan cerita si ibu.

“Nah saat saya lagi menoleh ke arah kanan, mungkin orang yang di samping kiri menarik gelang saya Mas”, si ibu melanjutkan ceritanya.

“Lho memangnya Ibu gak kerasa waktu gelangnya ditarik?”, saya bertanya heran.

“Suasana waktu itu kayaknya sengaja dibuat heboh sama orang-orang itu, ditambah lagi anak saya yang dipangku ini nangis terus. Waktu itu gak ada kepikiran gelang saya bakalan diambil sama orang di sebelah kiri saya”, si ibu menjelaskan.

Ibu itu lalu bercerita lagi,”Setelah berhasil ditolong, orang yang terjepit itu kemudian turun dari angkot bersama seorang temannya yang duduk di sebelah kanannya. Gak lama kemudian, dua orang di depan saya (yang tadi menolong) dan seorang di samping kiri saya juga turun”.

“Lalu Ibu sadar sudah kecopetan di mana?’, saya bertanya lagi.

“Ya barusan ini, waktu turun dari angkot. Aduh Mas, padahal itu emas 24 karat hadiah dari suami “, jawab si ibu sambil menggerutu.

“Emasnya berapa gram Bu?”, saya bertanya penasaran.

“15 gram Mas!!”

“**^^%$%$$”, saya tertegun mendengar jawaban si ibu. Jumlah yang tidak sedikit untuk sebuah kehilangan di dalam angkot.

Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/05/24/saat-di-angkutan-umum-sebaiknya-jangan-pakai-perhiasan/

Sandal Wedges Flip Flops klasik Salfadori Black

Pesan Disini INNOFASHIONSTYLE.COM

Posted on Juni 9, 2012, in Tips & Trik and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s