Istilah Kalung

  • Collar. Kalung ini pas melingkar pada bagian tengah leher dan memiliki panjang kurang lebih 30–35 cm. Sesuai dikenakan dengan busana berkerah V, melengkung lebar, dan kerah off-shoulder, atau sebagai aksen di bagian luar kerah Victorian.

  • Choker. Dengan panjang sekitar 35–40 cm, kalung klasik yang akan jatuh pas pada pertemuan leher dengan bahu ini bisa dipadukan bersama jenis busana apa pun, dari kasual hingga gaun malam yang mewah.
  • Princess. Busana berkerah cukup tinggi atau membulat kecil pas leher serasi dikenakan dengan kalung model princess yang biasanya sepanjang 40–50 cm. Sangat cocok bagi Anda yang berleher pendek dan dapat dikenakan dengan bandul yang sederhana atau kalung mutiara susun.
  • Matinee. Kalung dengan panjang 50–60 cm ini akan jatuh tepat di tengah belahan dada. Dapat dikenakan untuk busana ke kantor atau pun yang lebih kasual.
  • Opera. Kalung jenis ini kini sedang digemari oleh para wanita dari segala usia. Tidak hanya dikenakan dalam satu untaian, kalung ini juga dapat dibuat menumpuk dengan panjangnya antara 60–85 cm.
  • Rope. Kalung ekstra panjang hingga melebihi 1 m ini bisa dikenakan dengan gaya yang lebih funky dan etnik, atau bisa tampak seksi dan sensual jika menggunakan bahan mutiara yang menjuntai panjang. Kalung ini dapat juga disampirkan menyilang pada bahu untuk efek penampilan yang berbeda.

Posted on Juni 15, 2012, in Pernik and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s